Ketika Tujuh Hari Suahasil Menjadi Menkeu, Rp180 Triliun Menguap

 

Drama di Lantai Bursa: Ketika Tujuh Hari Suahasil Menjadi Menkeu, Rp180 Triliun Menguap



Jakarta – Pukul 16.00 WIB, Jumat (18/9/2026). Lantai Bursa Efek Indonesia sudah sepi. Layar-layar besar menampilkan angka penutupan yang membuat banyak orang menahan napas. IHSG 6.441,159. Turun 1,53 persen dalam sepekan. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin dari kegelisahan yang mengendap di pasar sejak Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026) .

Senin yang Penuh Harapan

Pagi itu, 14 September 2026, pasar menyambut Suahasil dengan optimisme. Namanya sudah dikenal. Tujuh tahun menjadi Wakil Menteri Keuangan. Tiga tahun memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Ia adalah wajah lama yang diharapkan membawa stabilitas .

IHSG sempat tertekan hingga 2,56 persen ke level 6.371,39. Tapi kemudian, seperti ada tangan tak terlihat yang menahan jatuh, indeks berbalik. Rebound kuat. Ditutup hanya melemah tipis 0,10 persen di level 6.546,74. Saham-saham bank BUMN menguat. Pasar seperti menghela napas lega .

"Pasar merespons positif. Artinya, itu yang diharapkan," kata Prof. Edi Sugiono, Guru Besar FEB Universitas Nasional, dengan nada optimis .

Ketika Harapan Itu Menguap

Tapi harapan itu tidak bertahan lama. Selasa. Rabu. Kamis. Setiap hari, IHSG terus merosot. Investor asing berbondong-bondong keluar. Net sell mengalir deras. Hingga Jumat, totalnya mencapai Rp2,94 triliun dalam sepekan .

Kapitalisasi pasar BEI tergerus 1,58 persen, dari Rp11.446 triliun menjadi Rp11.266 triliun. Artinya, dalam tujuh hari, Rp180 triliun nilai pasar menguap .

Aktivitas transaksi ikut lesu. Rata-rata nilai transaksi harian turun 6,95 persen menjadi Rp15,22 triliun. Frekuensi transaksi turun 14,73 persen. Volume transaksi turun 20,71 persen .

Bayangan The Fed di Balik Semua Ini

Di balik drama pergantian Menkeu, ada bayangan yang lebih besar: The Fed. Pada Rabu (16/9), bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen. Ini kenaikan pertama sejak 2023. Proyeksi akhir 2026 bahkan menunjukkan potensi kenaikan lagi ke 4–4,25 persen .

Ketika suku bunga AS naik, imbal hasil aset dolar ikut naik. Uang-uang asing pun berbondong-bondong pulang kampung. Bank Indonesia pun dinilai berpotensi mengikuti, dengan konsensus memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 6 persen hingga akhir 2026 .

"Reaksi market yang cenderung terbatas menunjukkan bahwa multiple rate hikes sudah diekspektasikan oleh market," tulis analis Stockbit Sekuritas. Tapi ekspektasi itu tidak menghapus kenyataan: uang asing terus keluar .

Bank-Bank Besar yang Ditinggalkan

Di antara saham-saham yang paling banyak dilepas asing, nama-nama besar muncul. BMRI. BBCA. BBRI. BBNI. Empat bank besar ini mencatat net sell Rp344,6 miliar dalam sehari, menyumbang sekitar 55 persen dari total net sell asing .

Pada sesi pertama Senin (21/9), tekanan berlanjut. ANTM menjadi yang paling banyak dijual dengan net sell Rp100,62 miliar. Disusul BMRI Rp79,91 miliar, TLKM Rp53,47 miliar, dan BBCA Rp50,77 miliar .

Menkeu Ketiga dalam Dua Tahun

Di tengah semua angka itu, ada satu kenyataan yang sulit diabaikan. Suahasil adalah Menteri Keuangan ketiga dalam kurang dari dua tahun. Sri Mulyani. Purbaya. Suahasil .

"Investors would take the appointment of Nazara as more of a positive if he wasn't Indonesia's third finance minister in under two years," kata Steven Grey, chief investment officer di hedge fund Grey Value Management .

Pasar tidak hanya menilai siapa yang duduk di kursi. Pasar menilai stabilitas. Dan tiga Menkeu dalam dua tahun adalah sinyal bahwa sesuatu tidak stabil.

Yang Ditunggu Pasar

Di London, Mark Nash dari Jupiter Asset Management mengaku akan membeli lebih banyak rupiah setelah kabar ini. "The new finance minister is a known quantity, so markets are on board with it," katanya .

Tapi tidak semua seoptimis itu. James Athey dari Marlborough Investment Management memilih menunggu. "Investors will need more than new faces after months of policy volatility. For now, I would still be cautious about Prabowo's policies" .

Pasar menunggu bukti. Bukan sekadar nama. Bukan sekadar janji. Tapi kebijakan yang konsisten. Defisit di bawah 3 persen. Pengelolaan utang yang sehat. Prioritas anggaran yang jelas .

Malam yang Belum Usai

Pukul 20.00 WIB. Di kantor Kementerian Keuangan, lampu masih menyala. Suahasil mungkin sedang menatap laporan. Angka-angka. Proyeksi. Tekanan.

Di luar, Jakarta mulai gerimis. Di lantai bursa, layar-layar sudah mati. Tapi angka itu masih terngiang: 6.441,159. Turun 1,53 persen. Rp180 triliun menguap.

Esok, pasar akan kembali dibuka. IHSG dibuka menguat tipis 5,74 poin ke 6.446,90 . Tapi apakah itu awal pemulihan? Atau hanya jeda sebelum badai berikutnya?

Yang jelas, dalam tujuh hari pertama Suahasil, pasar telah berbicara. Dan pesannya jelas: kepercayaan tidak dibangun dalam sehari. Tapi bisa hilang dalam sepekan.


Ringkasan: IHSG turun 1,53% ke level 6.441,159 dalam sepekan setelah Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan, menandai Menkeu ketiga dalam dua tahun. Kapitalisasi pasar BEI tergerus Rp180 triliun menjadi Rp11.266 triliun. Investor asing mencatat net sell Rp2,94 triliun sepekan. Tekanan utama berasal dari sinyal hawkish The Fed yang menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,75–4% dan proyeksi kenaikan lanjutan. Pasar menanti bukti konsistensi kebijakan fiskal dari Menkeu baru.

Drama di Tengah Kabut Asap: Anggota DPRD Mempawah

 

Drama di Tengah Kabut Asap: Anggota DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Kebun Sawit, Polisi Turun Tangan



Mempawah – Pukul 16.00 WIB, Minggu (20/9/2026). Di sebuah lahan di Mempawah Hilir, Kalimantan Barat, asap mengepul dari tumpukan ranting dan dahan yang terbakar. Seorang pria berdiri di depan kamera ponselnya. Wajahnya tenang. Suaranya santai. “Kawan-kawan ini bekas kebakaran kemarin, kita bakar lagi sekalian, langsung buka lahan. Sawit yang kena kebakaran di belakang, kita tambah,” ujarnya sambil tersenyum. Video itu diunggah ke akun TikTok pribadinya. Dalam hitungan jam, rekaman itu menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Pria itu adalah Choirussaib, anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Partai Hanura, daerah pemilihan Mempawah Hilir-Mempawah Timur . Di tangannya, lahan yang terbakar bukan sekadar tanah. Ia adalah simbol dari sesuatu yang jauh lebih besar: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda Kalimantan Barat. Kabut asap pekat. Warga kesulitan bernapas. Sekolah diliburkan. Dan di tengah semua itu, seorang wakil rakyat justru dengan bangga menunjukkan dirinya membakar lahan untuk menanam sawit.

“Kita Bakar Lagi Sekalian”

Video berdurasi pendek itu diunggah Jumat (18/9/2026) melalui akun TikTok @BangChoy . Dalam rekaman, Choirussaib terlihat berada di sebuah lahan bekas kebakaran. Sejumlah pohon sawit masih berdiri di sekitar lokasi. Ia menyebut bahwa lahan tersebut sebelumnya sudah terbakar. Namun, ia dan teman-temannya membakar lagi sisa-sisa kayu yang belum tersentuh api.

“Kita tanam sawit. Kita tanam jagung juga nanti,” katanya dalam video yang sudah ditonton lebih dari 30 ribu kali .

Kata-kata itu sederhana. Tapi resonansinya mengerikan. Di tengah kabut asap yang membuat warga Mempawah menghirup udara beracun selama berbulan-bulan, seorang anggota dewan justru memamerkan aksi pembakaran lahan. Bukan sebagai kejahatan. Tapi sebagai pencapaian.

Polisi Bergerak Cepat

Pukul 17.00 WIB, Minggu (20/9/2026). AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Kapolres Mempawah, menerima laporan tentang video viral tersebut. Ia tidak menunggu. Personel Inafis Satreskrim dan Polsek Mempawah Hilir langsung diterjunkan ke lokasi .

“Informasi yang kami terima dari video yang beredar itu langsung kami respons. Personel Inafis sudah kami turunkan untuk mengecek lokasi dan melakukan olah TKP,” ujar Ade Chandra .

Di lokasi, penyidik mengumpulkan bukti. Dokumentasi. Saksi. Kondisi tanah. Semua dicatat. Polisi tidak ingin mengambil kesimpulan dari potongan video saja. “Kami ingin memastikan kondisi sebenarnya di lokasi. Karena itu, pemeriksaan tidak hanya berdasarkan apa yang terlihat dalam video, tetapi juga harus didukung dengan fakta yang ditemukan di lapangan,” tegasnya .

Yang lebih mengejutkan, Choirussaib diantar langsung oleh Ketua DPRD Mempawah, Safruddin Asra, ke Polres Mempawah untuk menjalani pemeriksaan . Sebuah gestur yang bisa dibaca banyak hal: kooperatif, atau justru pengakuan bahwa ini bukan sekadar masalah pribadi.

“Problem Mental dan Sesat Pikir”

Di Pontianak, Muhammad Darwin, Ketua Gerakan Mental Sehat Bahagia (GemasBah), membaca berita itu dengan kepala berat. “Tindakan anggota dewan yang terduga melakukan tindak yang berpotensi terjadinya karhutla semakin meluas. Kondisi ini menunjukkan ada indikasi yang bersangkutan mengalami krisis secara rasional, moral, dan hukum,” katanya .

Darwin menyebut ada tiga dimensi persoalan yang ditabrak sekaligus. Pertama, kecerdasan sosial. Membakar lahan secara demonstratif dengan publikasi media sosial, di tengah masyarakat Kalbar yang sedang resah menghadapi krisis asap dan air bersih, adalah bentuk ketidakpedulian sosial . Kedua, kecerdasan emosional. Jika motifnya adalah kepentingan ekonomi pragmatis individual, ini menunjukkan ketidakmampuan berpikir jangka panjang. Ketiga, kecerdasan intelektual. Seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi pilar pembela ruang hidup warga justru memberi contoh yang bertolak belakang .

“Ini adalah bentuk bunuh diri politik paling vulgar, karena dilakukan secara amat demonstratif di hadapan publik,” tegas Darwin .

“Di Saat Warga Hirup Udara Beracun”

Di Mempawah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah tidak tinggal diam. Ketua Umum HMI Mempawah, Abdul Rohman, menyatakan kecaman keras. “Di saat masyarakat harus menghirup udara tidak sehat akibat asap tebal, serta jajaran TNI, Polri, relawan, dan petugas gabungan bersusah payah siang dan malam menanggulangi karhutla di lapangan, justru ada oknum anggota DPRD yang diduga malah sengaja melakukan pembakaran lahan,” katanya .

HMI mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas. Mereka mengingatkan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar memiliki konsekuensi hukum berat. Pasal 69 ayat (1) huruf h UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup melarang setiap orang membuka lahan dengan cara membakar. Sanksinya: penjara minimal 3 tahun, maksimal 10 tahun, dan denda hingga Rp10 miliar .

“Hukum harus ditegakkan secara adil, tidak boleh ada tebang pilih hanya karena pelaku merupakan pejabat atau anggota dewan,” pungkas Abdul .

“Saya Hanya Iseng Bikin Video”

Pukul 18.00 WIB. Choirussaib akhirnya angkat bicara. Dalam klarifikasinya, ia menyampaikan permohonan maaf. Tapi ada nuansa yang membuat klarifikasinya justru semakin membingungkan.

“Saya mohon maaf atas terjadinya kegaduhan yang terjadi di sosial media kemarin,” ujarnya .

Ia menjelaskan bahwa lahan tersebut sudah terbakar sejak 1 September 2026. Setelah kebakaran, masih ada sisa kayu yang belum terbakar. Kayu-kayu itu dikumpulkan dan dibakar pada 17 September 2026. “Yang terjadi di video itu memang benar ada di lahan saya. Lahan itu sebenarnya sejak tanggal 1 September kemarin sudah terbakar semuanya,” jelasnya .

Tapi bagian paling kontroversial adalah pengakuannya tentang siapa yang membakar. “Yang membakar itu teman saya. Saya hanya iseng bikin video. Itulah kesalahan saya, mungkin sehingga video itu jadi viral,” ungkapnya .

Iseng. Satu kata yang menggambarkan betapa jauhnya seorang wakil rakyat dari kesadaran akan posisinya. Di tengah krisis asap yang membuat bayi-bayi kesulitan bernapas, di tengah petugas yang berjibaku memadamkan api, seorang anggota DPRD mengaku iseng membuat video saat lahannya dibakar.

Hanura Minta Maaf

Di Pontianak, Dian Eka Muchairi, Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Barat, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Partai juga mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat, khususnya masyarakat Kabupaten Mempawah, atas kejadian video yang viral yang disebarkan dan dibuat oleh oknum anggota dewan berinisial C,” katanya .

Dian menyatakan bahwa DPD Hanura Kalbar telah memberikan teguran kepada Choirussaib. “Kami selaku pengurus Partai Hanura Kalbar juga sudah memberi teguran. Mudah-mudahan saudara C bisa kooperatif sehingga proses pemeriksaan ini bisa berjalan sesuai dengan proses yang ada di kepolisian,” ujarnya .

Namun, hingga saat itu, partai belum memberikan pendampingan hukum kepada Choirussaib. Dian menyebut persoalan tersebut masih ditempatkan sebagai ranah pribadi .

Malam yang Panjang

Pukul 20.00 WIB. Di lokasi lahan di Mempawah Hilir, pita polisi masih terpasang. Sisa-sisa pembakaran masih terlihat. Di suatu tempat, Choirussaib mungkin sedang menatap ponselnya. Video yang ia unggah telah dihapus. Tapi rekamannya telah beredar ke mana-mana. Tidak bisa ditarik kembali.

Di rumah-rumah warga Mempawah, kabut asap masih menyelimuti. Anak-anak masih batuk. Sekolah masih diliburkan. Dan seorang wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan hak mereka untuk menghirup udara bersih, justru membakar lahan untuk menanam sawit.

Polisi masih menyelidiki. Belum ada tersangka. Belum ada kesimpulan. Tapi satu hal yang jelas: di Mempawah, di Kalimantan Barat, di Indonesia, membakar lahan bukanlah tindakan iseng. Ia adalah kejahatan. Dan siapa pun yang melakukannya—bahkan seorang anggota dewan—harus mempertanggungjawabkannya.

Malam ini, asap masih mengepul. Dan di tengah asap itu, sebuah pertanyaan menggantung: apakah hukum akan ditegakkan tanpa tebang pilih?


Ringkasan: Anggota DPRD Mempawah dari Partai Hanura, Choirussaib, viral setelah video dirinya membakar lahan untuk persiapan menanam 200 bibit kelapa sawit tersebar di media sosial. Video diunggah Jumat (18/9) melalui akun TikTok @BangChoy. Polres Mempawah menurunkan Inafis untuk olah TKP dan memeriksa Choirussaib pada Minggu (20/9). HMI mengecam keras aksi tersebut dan mendesak penegakan hukum tanpa tebang pilih. Choirussaib mengaku iseng membuat video dan menyebut yang membakar adalah temannya. DPD Hanura Kalbar menyampaikan permohonan maaf dan memberikan teguran. Ancaman pidana: Pasal 69 ayat (1) huruf h jo Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH—penjara 3-10 tahun dan denda Rp3-10 miliar.

Drama di Bantul: Ketika Candaan Tentang "Ingatan Hilang 70 Persen" Menghancurkan Karier Seorang Pegawai SPPG

 

Drama di Bantul: Ketika Candaan Tentang "Ingatan Hilang 70 Persen" Menghancurkan Karier Seorang Pegawai SPPG



Bantul – Pukul 20.00 WIB, Minggu (20/9/2026). Sebuah ponsel bergetar di atas meja. Di layarnya, notifikasi Instagram tidak berhenti masuk. Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya menatap layar itu dengan wajah pucat. Video berdurasi 29 detik yang ia unggah dua hari sebelumnya kini telah ditonton ratusan ribu kali. Dan di antara jutaan komentar, satu nama muncul berulang kali: Gibran Rakabuming Raka.

Wakil Presiden Republik Indonesia. Mengunggah ulang videonya. Dengan satu kalimat tajam: "Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan."

Gerardus menutup ponselnya. Ia tahu, hidupnya telah berubah. Selamanya.

Detik-detik yang Terekam

Video itu sederhana. Gerardus, pengawas keuangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarharjo II, Muntuk, Dlingo, Bantul, duduk di depan meja makan. Di depannya, sepotong chicken katsu—sisa masakan hari sebelumnya. Ia menyantapnya, lalu berakting seolah kebingungan.

"Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak? Oh tidak. Ingatanku hilang tujuh puluh persen," ujarnya sambil tertawa.

Bagi Gerardus, itu mungkin hanya candaan. Konten receh. Tapi bagi publik, kalimat itu memiliki resonansi yang mengerikan. Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, adalah salah satu korban keracunan MBG yang dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah menyantap makanan dari program yang sama. Gadis itu sempat dirawat intensif di RSCM. Ia kehilangan sebagian ingatannya. Dan di tengah penderitaan itu, seorang pegawai SPPG—orang yang seharusnya memastikan makanan anak-anak aman—justru menertawakan kondisi itu.

"Saya Tidak Menyinggung Siapa Pun"

Setelah video itu viral, Gerardus membuat video klarifikasi. Wajahnya lelah. Suaranya bergetar. "Saya cuma have fun saja makan katsu masakan kemarin. Saya tidak ada menyinggung salah satu korban mana pun. Saya hanya bilang seperti itu."

Ia mengklaim tidak pernah menyebut program MBG. Tidak pernah menyebut nama Febiona. "Itu dilihat dari kacamata universal. 70 persen itu bisa menyinggung apa pun. Saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan karena salah satu program pemerintah."

Tapi klarifikasi itu tidak menyelamatkannya. Warganet sudah menghubungkan titik-titik. Cocoklogi, kata Gerardus. Tapi publik tidak peduli. Bagi mereka, ini bukan tentang logika. Ini tentang empati.

"Sekali lagi saya minta maaf atas segalanya. Itu tidak ada niat saya ingin viral ataupun menyinggung salah satu program atau menyinggung korban," ujarnya.

Gibran Turun Tangan

Di Jakarta, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melihat video itu. Ia tidak tinggal diam. Melalui akun Instagram resminya, Gibran mengunggah ulang video Gerardus, disandingkan dengan rekaman dirinya saat mengunjungi korban keracunan MBG di Karo.

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," tulis Gibran.

Gibran juga memberikan kabar baik: Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua korban yang sempat mengalami hilang ingatan, telah kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo dan akan segera kembali bersekolah. Mereka telah melewati mimpi buruk. Tapi Gerardus, dalam ketidaktahuannya, telah menambahkan luka baru pada luka yang sudah menganga.

Pemecatan

Pukul 10.00 WIB, Senin (21/9/2026). Kantor Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY menggelar rapat tertutup. Wirandita Gagat Widyatmoko, Koordinator Regional BGN DIY, memimpin rapat itu. Keputusannya bulat.

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan," kata Gagat.

Pemecatan itu bukan sekadar sanksi administratif. Ini adalah pesan. Bahwa di dalam program MBG, etika bukan opsional. "Bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," tegas Gagat.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG: "Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain."

Malam yang Sunyi

Di rumahnya di Bantul, Gerardus menatap layar ponselnya sekali lagi. Video klarifikasinya sudah dihapus. Akun Instagram-nya mungkin akan segera dinonaktifkan. Besok, ia tidak akan pergi ke SPPG. Tidak ada lagi chicken katsu. Tidak ada lagi candaan.

Di Karo, Febiona Purba mungkin sedang belajar untuk kembali bersekolah. Ia tidak tahu siapa Gerardus. Ia tidak pernah menonton video itu. Tapi ia adalah alasan mengapa video itu menghancurkan segalanya.

Di Jakarta, Gibran melanjutkan agendanya. Tapi unggahannya tetap ada di sana. Sebuah pengingat bahwa ruang publik harus aman. Terutama bagi anak-anak yang sudah menjadi korban.

Malam ini, satu karier berakhir. Bukan karena kesalahan teknis. Bukan karena kelalaian. Tapi karena candaan yang salah tempat. Dan di Indonesia, di mana makanan adalah martabat dan anak-anak adalah masa depan, candaan seperti itu tidak pernah bisa dimaafkan.


Ringkasan: Pegawai SPPG Banjarharjo II Bantul, Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya, dipecat setelah video candaannya soal "ingatan hilang 70 persen" viral dan dinilai mengejek korban keracunan MBG di Karo. Video itu diunggah ulang oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menyayangkan aksi perundungan terhadap korban. BGN DIY menyatakan pemecatan sebagai upaya menjaga standar etika, empati, dan profesionalisme jajaran SPPG. Gerardus telah meminta maaf dan mengklaim tidak berniat menyinggung siapa pun.

Drama di Pelabuhan Jayapura: Ketika Beras yang Tercecer Menjadi Tontonan Nasional

 

Drama di Pelabuhan Jayapura: Ketika Beras yang Tercecer Menjadi Tontonan Nasional



Jayapura – Pukul 14.00 WIT, Senin (21/9/2026). Di sebuah ruang kerja di Jayapura, Ahmad Mustari menatap layar ponselnya. Sebuah video berdurasi 19 detik tengah viral. Di dalamnya, sejumlah pria bertelanjang dada berjoget sambil menginjak-injak tumpukan beras. Musik menghentak. Tawa terdengar. Di kolom komentar, warganet sudah membara.

"Ini beras Bulog!" tulis salah satu netizen.

"Kita makan ini, mereka injak-injak!"

Ahmad menghela napas. Ia tahu, dalam beberapa jam ke depan, ia harus menjelaskan sesuatu yang rumit kepada publik: ini bukan di gudang kami. 

Detik-detik yang Terekam

Video itu diunggah oleh akun @Junior Zseesbekof. Dalam rekaman, terlihat sekitar 15 pekerja sedang membersihkan sisa beras di dalam palka kapal kargo KM Sinai. Proses bongkar muat beras dari Jakarta itu sudah berlangsung hampir dua pekan. Suasana pesta—musik, tawa, tubuh tanpa baju—tumpah di atas tumpukan beras yang tercecer. 

Bagi para pekerja, ini mungkin sekadar selebrasi kecil. Pekerjaan panjang. Beras sisa. Momen melepas penat. Tapi bagi publik yang menonton, ini adalah penghinaan terhadap makanan pokok. Beras yang mereka injak-injak adalah beras yang seharusnya sampai ke meja makan keluarga Indonesia. 

Klarifikasi yang Tak Menghentikan Kemarahan

Ahmad Mustari berdiri di depan mikrofon. Suaranya datar, tapi tegas. "Kejadian tersebut bukan di gudang Bulog Kanwil Papua. Kejadian tersebut terjadi masih di dalam kapal, yaitu kapal kargo KM Sinai, pada saat proses pembongkaran beras." 

Ia menjelaskan, beras yang terlihat dalam video adalah beras sweeping—beras yang tercecer dari karung bocor selama proses bongkar muat. Sekitar 465 karung dengan berat rata-rata 30 kilogram. Beras ini tidak akan masuk ke gudang. Akan disortir. Yang bagus diambil. Yang rusak menjadi tanggung jawab Perusahaan Bongkar Muat (PBM). 

"Kami dari Bulog menegaskan aturan ketat terkait status beras ini, karena seluruh beras sweeping dilarang masuk ke gudang," tegas Ahmad. 

Tapi klarifikasi itu tidak serta-merta meredakan kemarahan. Di kolom komentar, netizen tetap menuntut pertanggungjawaban. "Kalau bukan beras kita, kenapa harus diinjak-injak?" tulis mereka. "Beras tetap beras. Makanan tetap makanan." 

Pelindo: Kami Akan Panggil Mereka

Di kantor Pelindo Regional 4 Jayapura, Ramdan Affan Kiai Demak juga menatap layar. Ia tidak menyangka insiden kecil di kapal bisa menjadi masalah nasional. "Kami sangat prihatin dan menyayangkan adanya kejadian ini," katanya. 

Ramdan menjelaskan, aksi itu dilakukan secara spontan setelah para buruh menyelesaikan pekerjaan bongkar muat. Mereka membersihkan sisa beras. Tapi cara mereka melakukannya—dengan berjoget dan menginjak-injak—telah melukai perasaan publik. 

"Kami akan panggil mereka untuk diberikan pembinaan agar ke depan tidak terulang lagi," ujarnya. 

Beras yang Tak Akan Sampai ke Meja Makan

Di tengah badai kritik, ada satu hal yang perlu dipahami publik: beras yang diinjak-injak dalam video tidak akan sampai ke meja makan siapa pun. Bulog memastikan setiap butir beras yang masuk gudang harus melewati quality control ketat. Beras sweeping—yang tercecer, kotor, atau rusak—akan disisihkan. 

"Jadi nanti kita sisihkan mana yang bagus dan mana yang tidak. Yang bagus-bagus kita ambil, yang tidak bagus kita tidak ambil," jelas Ahmad. 

Namun, logika itu tidak menghapus kenyataan bahwa beras adalah simbol. Di negara di mana banyak orang masih berjuang untuk makan, menginjak-injak beras—bahkan yang tercecer—adalah tindakan yang sulit dimaafkan. Apalagi jika dilakukan dengan tawa dan joget.

Malam yang Panjang

Pukul 18.00 WIT. Ahmad Mustari masih di kantornya. Ia sedang menyusun jadwal pertemuan dengan Pelindo. Besok, mereka akan duduk bersama. Mengevaluasi. Memastikan prosedur berjalan. Memastikan tidak ada lagi video seperti ini.

Di luar, langit Jayapura mulai gelap. Di suatu tempat di kota ini, 15 buruh yang terlibat dalam video itu sedang menunggu panggilan. Mereka mungkin tidak tahu bahwa tawa mereka telah menjadi berita nasional. Mereka mungkin hanya tahu bahwa pekerjaan bongkar muat itu melelahkan, dan beras yang tercecer adalah sisa yang harus dibersihkan.

Tapi malam ini, mereka akan belajar satu hal: di Indonesia, beras bukan sekadar komoditas. Ia adalah martabat. Dan menginjak-injaknya—bahkan yang tercecer—adalah pelajaran yang harus dibayar mahal.


Ringkasan: Video buruh menginjak-injak beras di atas kapal KM Sinai di Pelabuhan Jayapura viral pada Sabtu (19/9). Bulog Papua menegaskan kejadian itu bukan di gudang mereka, melainkan di atas kapal saat proses bongkar muat beras Movnas 2.900 ton dari Jakarta. Beras yang diinjak adalah beras sweeping (tercecer dari karung bocor) yang tidak akan masuk gudang. Pelindo akan memanggil 15 buruh untuk pembinaan. Meski demikian, publik tetap menuntut pertanggungjawaban karena beras adalah simbol pangan yang tidak boleh diinjak-injak.