5 Cara Memperbaiki Printer EPSON L120 Lampu Berkedip Bersamaan


printerkece.com

          Apa itu EPSON L120 Series Printer? EPSON L120 merupakan jenis printer yang tepat jika kamu mencari printer hemat biaya untuk kebutuhan sehari-hari di rumah atau di kantor kecil. Printer EPSON L120 memiliki resolusi percetakan mencapai 720 x 720 dpi dengan kecepatan 8.5 ipm untuk hitam-putih dan 4.5 ipm untuk pencetakan berwarna ya, Blibli Friends.

        Sayangnya, printer EPSON L120 bisa saja mengalami masalah seperti lampu yang berkedip bersamaan. Biasanya apa penyebab printer EPSON L120 kedap kedip bersamaan? Hal tersebut kerap terjadi jika tinta habis, ada masalah dengan head printer, hingga masalah pada perangkat lunaknya. Simak cara memperbaiki printer EPSON L120 lampu berkedip bersamaan di sini, yuk!

 

1. Periksa Kartrid Tinta

harga.web.id

     Bagaimana cara memperbaiki printer EPSON L120 yang berkedip? Cara manual pertamanya adalah dengan memeriksa kartrid tinta. Lampu indikator yang berkedip dapat menjadi indikasi bahwa salah satu kartrid tinta kosong atau tak terpasang dengan benar. Sebaiknya, segera lakukan pemeriksaan atau isi ulang tinta jika memang diperlukan ya, Blibli Friends.

        Pastikan printer EPSON L120 dalam keadaan mati sebelum pemeriksaan kartrid dimulai. Selanjutnya, buka bagian penutup printer EPSON untuk mengakses kartrid tinta yang biasanya terletak di bagian atas maupun depan printer. Kamu dapat memeriksa posisi kartrid apakah tintanya sudah terpasang dengan benar maupun memeriksa tingkat tinta pada setiap kartrid.

         EPSON L120 menggunakan sistem tangki tinta yang memungkinkan penggunanya mudah melihat bagian tangki tinta dari luar. Lakukan pembersihkan kartrid kan kontak bila perlu memakai kain lembut atau kapas yang dibasahi dengan isopropil alkohol. Hal ini dilakukan agar kartrid maupun printer terhindar dari masalah kontak yang buruk. Jangan lupa pasang kartrid dan nyalakan printer kembali sebelum dipakai.



2. Membersihkan Head Printer


id.quora.com

       Head printer yang kotor atau tersumbat dapat menyebabkan terjadinya cetakan yang bergaris, tinta tak keluar dengan merata, hingga warna yang kurang akurat lho, Blibli Friends. Untuk itu, membersihkan head printer pada EPSON L120 termasuk sangat penting agar kualitas cetak lebih terjaga dan memastikan printer tersebut bekerja dengan optimal.

        Untuk membersihkan bagian head printer, pastikan EPSON L120 kesayanganmu dalam kondisi terhubung dan menyala. Lanjutkan dengan membuka perangkat lunak printer (EPSON Printer Utility) di control panel maupun pada menu printer sesuai sistem operasi. Pilih opsi “Head Cleaning” atau “Nozzle Check” kemudian ikuti instruksi selanjutnya.

        Kamu dapat memeriksa apakah head printer telah bersih dengan mencetak halaman uji dan melihat hasil cetakannya. Apabila masih terdapat masalah, ulangi proses pembersihkan head printer pada EPSON L120. Kamu bisa membersihkan head printer beberapa kali hingga hasilnya memuaskan dan head printer dinyatakan bersih. Pembersihan head juga bisa dilakukan secara manual dengan cairan pembersih khusus.


3. Periksa Roller dan Kertas


blibli.com

        Jika kamu ingin memeriksa roller dan kertas yang digunakan pada printer EPSON L120, matikan printer terlebih dahulu dengan menekan tombol power dan cabut kabel daya dari stopkontaknya untuk menghindari kecelakaan atau insiden yang tak diinginkan seperti kebakaran. Lalu buka penutup atas printer untuk mengakses area yang terdapat roller dan jalur kertas berada ya, Blibli Friends.

        Periksa apakah terdapat kertas yang macet atau terjebak yang bisa ditemukan di sekitar roller atau di area belakang. Pastikan untuk membersihkan roller kertas memakai kain lembut yang dibasahi air agar terhindar dari debu, kotoran, dan sisa tinta. Hindari mengisi bagian tray kertas terlalu penuh karena bisa macet serta pastikan memakai kertas yang spesifikasinya sesuai kebutuhan EPSON L120.

        Beberapa masalah umum yang kerap terjadi pada bagian ini adalah kertas yang tak ditarik atau kertas mengalami macet terus menerus. Jika printer EPSON L120 tak dapat menarik kertas, pastikan bagian roller bersih dan nggak aus. Pertimbangkan untuk mengganti roller dengan yang baru jika hal itu terjadi. Sedangkan kertas yang sering macet bisa disebabkan karena adanya benda asing di jalur kertas.



4. Reset Manual Printer


pindahlubang.com

        Bagaimana cara reset printer EPSON L120? Untuk cara manualnya, matikan printer EPSON L120 dengan cara menekan tombol power yang dilanjutkan mencabut kabel daya dari stopkontak lalu biarkan printer dalam kondisi mati selama 3 sampai 5 menit. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua komponen internalnya benar-benar dalam kondisi mati.

        Setelah itu, tekan tombol power printer selama sekitar 30 detik agar sisa listrik dalam komponen internal EPSON L120 benar-benar habis. Kamu dapat memasang kabel daya kembali sambil tetap menekan tombol power printer EPSON L120. Lepaskan tombol power dan nyalakan kembali printer seperti biasa. Cobalah periksa bagian lampu indikatornya apakah sudah kembali seperti semula atau lakukan uji cetak.

        Selain secara manual, kamu juga bisa mencoba menggunakan aplikasi untuk memperbaiki masalah pada printer EPSON L120 ya, Blibli Friends. Pastikan melakukan pembersihan atau perawatan secara berkala agar terhindar dari masalah teknis yang memerlukan reset. Selain itu, gunakan software resetter dari sumber yang terpercaya untuk menghindari malware atau kerusakan pada sistem printer EPSON, ya.


5. Periksa Sensor Printer


id.quora.com

        Masalah yang terjadi pada printer EPSON seperti kertas yang macet hingga lampu indikator berkedip juga bisa disebabkan adanya kendala di bagian sensor-sensornya. Beberapa sensor tersebut berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kertas, posisi kartrid tinta, serta berbagai kondisi operasional lainnya. Untuk itu, sangat penting memeriksa bagian sensor printer EPSON L120 agar selalu beroperasi dengan optimal.

        Ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan untuk memeriksa sensor printer EPSON L120. Yang pertama, tentu jangan lupa matikan printer terlebih dahulu dan mencabut kabel sumber dayanya. Selanjutnya, buka bagian penutup printer agar dapat mengakses area dalam printer khususnya jalur kertas di sekitar roller. Mulailah mencari sensor kertas berupa sensor optik atau mekanik di sepanjang jalur.

        Bersihkan sensor kertas menggunakan kombinasi kain atau kapas dengan isopropanol secara hati-hati. Selain sensor kertas, cobalah lihat sensor lain seperti sensor posisi kartrid tinta di area carriage (tempat kartrid tinta bergerak) dan bersihkan dengan cara serupa. Pastikan semua kabel dan konektor yang terhubung dengan sensor pada EPSON L120 juga terpasang dengan benar dan kondisinya baik, ya.


        Sebaiknya, lakukan pemeriksaan dan pembersihan manual secara berkala untuk mencegah penumpukan debu dan kotoran yang bisa mengganggu kinerja printer EPSON L120. Kamu bisa mengandalkan aplikasi atau service center resmi EPSON jika masalah sulit teratasi. Selain itu, pertimbangkanlah membeli printer baru apabila printer sudah cukup tua dan sering bermasalah.



Selamat Mencoba.... Semoga Berhasil....

 

Cara Setting HTTPS pada Website Secara Rinci::


 

Menggunakan HTTPS pada website sangat penting untuk meningkatkan keamanan, kepercayaan pengguna, dan SEO. Berikut adalah panduan lengkap untuk mengaktifkan HTTPS (SSL/TLS) pada website Anda.


1. Persiapan Sebelum Setting HTTPS

Sebelum memulai, pastikan Anda memiliki:
✅ Domain yang sudah aktif (misalnya: example.com).
✅ Hosting atau Server tempat website Anda berjalan.
✅ Sertifikat SSL/TLS, yang bisa didapat secara gratis atau berbayar.


2. Mendapatkan Sertifikat SSL

Ada dua cara utama untuk mendapatkan Sertifikat SSL/TLS:

  1. Gratis: Menggunakan Let's Encrypt (cocok untuk website pribadi atau bisnis kecil).
  2. Berbayar: Dari penyedia SSL seperti Sectigo, Digicert, GlobalSign, atau GoDaddy (cocok untuk bisnis skala besar).

2.1. Mendapatkan SSL Gratis dengan Let's Encrypt

Jika menggunakan cPanel, ikuti langkah berikut:

  1. Login ke cPanel dari hosting Anda.
  2. Cari "SSL/TLS Status" atau "Let's Encrypt SSL".
  3. Pilih domain yang ingin diamankan dengan HTTPS.
  4. Klik "Issue" atau "Install SSL" untuk mengaktifkannya.
  5. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

💡 Catatan:

  • SSL dari Let’s Encrypt memiliki masa aktif 90 hari, jadi harus diperbarui secara otomatis atau manual.
  • Beberapa hosting sudah menyediakan SSL gratis secara otomatis.

2.2. Membeli dan Menginstal Sertifikat SSL Berbayar

Jika ingin menggunakan SSL berbayar, ikuti langkah berikut:

  1. Beli sertifikat SSL dari penyedia SSL (misalnya GoDaddy, Namecheap, atau Sectigo).
  2. Verifikasi domain sesuai instruksi penyedia SSL (bisa melalui email atau DNS).
  3. Setelah SSL diterbitkan, unduh file sertifikat (.crt, .key, .ca-bundle).
  4. Masuk ke cPanel > Pilih "SSL/TLS" > "Manage SSL Sites".
  5. Pilih domain, lalu unggah file sertifikat.
  6. Klik "Install SSL" dan tunggu prosesnya selesai.

✅ Sekarang website Anda memiliki SSL aktif!


3. Konfigurasi HTTPS di Server

Setelah SSL terpasang, Anda perlu mengatur server agar menggunakan HTTPS secara otomatis.

3.1. Redirect HTTP ke HTTPS (Permanen 301 Redirect)

a) Jika Menggunakan cPanel (htaccess)

  1. Buka cPanel > File Manager.
  2. Cari file .htaccess di folder public_html.
  3. Edit file .htaccess, lalu tambahkan kode berikut di baris paling atas:
    RewriteEngine On
    RewriteCond %{HTTPS} !=on
    RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}/$1 [R=301,L]
    
  4. Simpan perubahan dan coba akses website dengan http://, harus otomatis redirect ke https://.

b) Jika Menggunakan Nginx

  1. Edit file konfigurasi Nginx (biasanya di /etc/nginx/sites-available/default atau /etc/nginx/nginx.conf).
  2. Tambahkan kode berikut:
    server {
        listen 80;
        server_name example.com www.example.com;
        return 301 https://example.com$request_uri;
    }
    
  3. Simpan dan restart Nginx:
    sudo systemctl restart nginx
    

c) Jika Menggunakan Apache (httpd.conf)

  1. Buka file konfigurasi Apache (httpd.conf atau .htaccess).
  2. Tambahkan kode berikut:
    <VirtualHost *:80>
        ServerName example.com
        Redirect permanent / https://example.com/
    </VirtualHost>
    
  3. Restart Apache:
    sudo systemctl restart apache2
    

4. Mengupdate URL di CMS (WordPress, Laravel, dll.)

Jika menggunakan WordPress, lakukan:

  1. Login ke Dashboard WordPress.
  2. Masuk ke Settings > General.
  3. Ubah WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) dari http:// ke https://.
  4. Klik Save Changes.

💡 Untuk Laravel, ubah .env:

APP_URL=https://example.com

5. Periksa dan Uji HTTPS

Setelah semua langkah selesai, lakukan pengujian berikut:

✅ Cek SSL Aktif:

  • Buka browser dan akses https://example.com.
  • Jika muncul ikon gembok hijau di address bar, SSL sudah berhasil!

✅ Gunakan SSL Checker:

✅ Pastikan Semua Konten HTTPS (Hindari Mixed Content):

  • Jika website masih ada gambar atau file yang menggunakan HTTP, ganti ke HTTPS agar tidak ada peringatan "Not Secure".
  • Bisa gunakan plugin "Really Simple SSL" di WordPress untuk otomatis mengubah URL.

Kesimpulan

🔹 Pasang SSL/TLS di hosting atau server.
🔹 Redirect HTTP ke HTTPS agar pengunjung selalu aman.
🔹 Perbarui URL di CMS jika pakai WordPress atau Laravel.
🔹 Uji keamanan SSL dengan SSL Checker.

🎉 Sekarang website Anda sudah aman dengan HTTPS! 🚀

 

 

 

 

CARA INSTALL XAMPP DENGAN MUDAH:

1. Unduh XAMPP
Langkah 1: Buka Situs Resmi XAMPP

    Buka browser dan kunjungi situs resmi Apache Friends:
    👉 https://www.apachefriends.org

    Pilih versi XAMPP yang sesuai dengan sistem operasi Anda, kemudian klik Download.

    

2. Instal XAMPP
Langkah 2: Jalankan Installer

    Buka file installer yang telah diunduh, biasanya bernama:

    xampp-windows-x.x.x-installer.exe

    Jika muncul peringatan dari User Account Control (UAC), klik Yes untuk melanjutkan.

    

Langkah 3: Pilih Komponen yang Akan Diinstal

    Akan muncul tampilan pemilihan komponen yang ingin diinstal.

    Biarkan pengaturan default (Apache, MySQL, PHP, phpMyAdmin, dan lainnya tetap tercentang).

    Klik Next.

    

Langkah 4: Pilih Lokasi Instalasi

    Secara default, XAMPP akan diinstal di:

    C:\xampp

    Jika ingin mengubah lokasi, klik Browse… dan pilih folder lain.

    Klik Next.

    

Langkah 5: Mulai Instalasi

    Setelah semua pengaturan selesai, klik Next untuk memulai proses instalasi.

    Tunggu hingga proses selesai.

    

Langkah 6: Selesai Instalasi

    Setelah instalasi selesai, akan muncul opsi untuk langsung menjalankan XAMPP Control Panel.

    Centang "Do you want to start the Control Panel now?", lalu klik Finish.

    

3. Menjalankan XAMPP
Langkah 7: Buka XAMPP Control Panel

    Buka XAMPP melalui Start Menu.

    Pada XAMPP Control Panel, klik Start pada Apache dan MySQL.

    

4. Menguji XAMPP
Langkah 8: Buka Browser dan Cek Localhost

    Buka browser dan ketikkan di address bar:

    http://localhost/

    Jika muncul halaman XAMPP Dashboard, berarti instalasi berhasil! 🎉

    

5. Menggunakan phpMyAdmin

    Untuk membuka phpMyAdmin, ketik di browser:

    http://localhost/phpmyadmin/

    Halaman phpMyAdmin akan terbuka, dan Anda bisa mulai mengelola database MySQL.

    

6. Troubleshooting (Jika XAMPP Tidak Berjalan)

    Port 80 atau 443 digunakan aplikasi lain?
        Hentikan aplikasi yang menggunakan port tersebut (misalnya Skype).
        Atau ubah port Apache ke 8080 di file httpd.conf.

    Apache atau MySQL tidak bisa start?
        Coba jalankan XAMPP sebagai Administrator.

 

Terimakasih....

Semoga bermanfaat....