Oknum Polisi di Sumba Timur Diamankan Kasus Pencurian Sapi
Sumba Timur – Seorang oknum anggota Polres Sumba Timur diamankan setelah diduga terlibat dalam kasus pencurian ternak sapi di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa ini mencuat setelah video penangkapan dua terduga pelaku oleh warga beredar luas di media sosial pada Minggu (6/9/2026) dan langsung memantik perhatian publik .
Viral di Media Sosial, Warga Nyaris Amuk Massa
Insiden bermula ketika warga di Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, menangkap dua pria yang sedang membawa seekor sapi di dalam mobil pikap hitam. Dalam video yang diunggah akun Facebook Wulang Nggadu, terlihat puluhan warga melontarkan amarah dan cacian kepada kedua pria tersebut .
Seorang warga dalam rekaman video itu berteriak, "Orang Praibakul tangkap pencuri di Kambata, ini dia orangnya, ini ni… ini dia... kalau kita tidak datang, kau pasti su lolos ini" .
Salah satu terduga pelaku terlihat tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek hitam. Saat warga menyebutnya sebagai polisi, pria itu tidak membantah dan justru meminta agar mereka tidak disebut sebagai pencuri. "Eh, jangan begitu lah," kata oknum tersebut dalam video .
Situasi semakin memanas setelah sejumlah warga berdatangan dengan membawa parang dan hendak menghakimi kedua terduga pelaku. Beruntung, beberapa warga lain berhasil melerai dan menenangkan situasi .
Polres Sumba Timur Amankan Dua Terduga Pelaku
Kapolres Sumba Timur AKBP I Kadek Hery Cahyadi membenarkan bahwa salah satu dari dua orang yang diamankan adalah anggota Polri. Keduanya kini telah diamankan di Mapolres Sumba Timur bersama dengan barang bukti berupa seekor sapi dan mobil pikap hitam .
"Memang benar, di salah satu media itu terlihat seorang anggota Polri yang mana hingga saat ini sedang kita amankan dan sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar AKBP I Kadek Hery Cahyadi .
Kapolres menjelaskan bahwa dari dua orang yang diamankan, hanya satu yang merupakan oknum anggota Polri berinisial B dengan pangkat Aipda. Sementara satu lainnya adalah warga sipil yang juga diduga terlibat .
"Proses penyidikan masih berjalan dan keduanya sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Kita tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan dan pendalaman selesai," tegasnya .
Dua Jalur Penanganan: Pidana dan Kode Etik
Kasus ini ditangani melalui dua jalur sekaligus. Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Sumba Timur melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta memastikan keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh .
Selain proses penyidikan pidana, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Sumba Timur juga melakukan pendalaman terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh oknum anggota tersebut .
"Proses hukum akan dilakukan secara profesional. Semua akan kita dalami berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada. Setiap perkembangan penanganan perkara ini akan kami sampaikan kepada masyarakat," kata Kapolres .
Kronologi Penangkapan dari Sisi Pemilik Ternak
Berdasarkan pengakuan salah satu pemilik ternak, kejadian ini berawal pada Sabtu (5/9/2026) sore, ketika pemilik ternak menemukan seekor sapinya terikat di pohon di kawasan hutan. Para pemilik ternak dalam satu kelompok kandang kemudian bersepakat melakukan penjagaan sepanjang malam di sekitar lokasi .
"Sepanjang malam tidak tidur dan terus berjaga menghadapi udara dingin, tidak makan, tidak merokok bahkan tidak pegang HP demi menunggu kedatangan orang yang diduga akan mengambil sapi," ungkapnya .
Keesokan harinya, ketika kedua terduga pelaku mulai menarik dan memuat sapi ke dalam pikap, warga yang telah bersiaga langsung melakukan pencegatan di jalan. Situasi berlangsung spontan dan terjadi ketegangan antara warga dengan kedua pelaku .
Polres Sumba Timur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya
No comments:
Post a Comment