Bandara Soetta dan Halim Kembali Normal, 2 Bandara Lampung Masih Tutup
Jakarta – Kabar baik bagi para pelaku perjalanan udara. Setelah dua hari terganggu akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sejumlah bandara besar di Indonesia mulai kembali beroperasi normal pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Namun, dua bandara di Lampung masih harus menutup layanan penerbangannya.
🛫 7 Bandara Kembali Beroperasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Banten), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dinyatakan aktif kembali terhitung mulai Selasa pukul 00.01 WIB.
Menyusul kemudian, Bandara Budiarto di Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga dibuka pada pukul 02.25 WIB.
Kepastian ini disampaikan Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta melalui akun Instagram resminya. Meski bandara sudah dibuka, pihak maskapai masih melakukan penyesuaian jadwal penerbangan pascaerupsi, sehingga calon penumpang diimbau untuk mengecek kembali jadwal melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
🚫 Dua Bandara Lampung Masih Ditutup
Berbeda dengan wilayah Jawa, Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih ditutup dan menunggu perkembangan lebih lanjut.
Sebelumnya, Bandara Radin Inten II ditutup total karena "backbone" rute penerbangan dari Lampung adalah menuju Jakarta (Soekarno-Hatta). Sementara Soekarno-Hatta sendiri masih ditutup, akhirnya bandara di Lampung ikut tutup total.
Bahkan hingga Senin (7/9) siang, hasil paper test BMKG di Bandara Radin Inten II masih menunjukkan indikasi positif abu vulkanik. General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menegaskan pihaknya belum bisa memastikan kapan operasional bisa kembali normal karena prinsip penerbangan bersifat zero tolerance terhadap abu vulkanik.
📊 Dampak Luas: 2.961 Penerbangan & 341.000 Penumpang
Penutupan bandara selama dua hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak sangat luas. Menteri Perhubungan mencatat hingga Senin (7/9) sore, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak perubahan operasional bandara, terdiri dari 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Jumlah penumpang yang terkena dampak mencapai 341.000 orang.
Maskapai Citilink bahkan membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga Selasa pukul 07.00 WIB, dengan menyediakan opsi reschedule tanpa biaya tambahan atau refund penuh bagi penumpang terdampak.
🔍 Evaluasi Keselamatan Jadi Prioritas
Pembukaan kembali bandara dilakukan setelah evaluasi keselamatan penerbangan yang ketat. Pengelola bandara dan maskapai diwajibkan melakukan inspeksi terhadap seluruh armada pesawat. Pilot dan kru operasional juga wajib mengetahui restricted polygon, yakni wilayah udara yang dilarang dilintasi karena terdeteksi mengandung sebaran abu vulkanik.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihaknya bersikap konservatif dalam pengambilan keputusan karena arah angin sangat dinamis. "Kami ingin memastikan betul bahwa debu vulkanik ini menjauh dari lokasi bandara yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau," ujarnya.
Sementara dua bandara di Lampung masih menunggu hasil evaluasi lanjutan sebelum dapat kembali melayani penerbangan.
No comments:
Post a Comment